Optimasi Performa Algoritma RouteSegmentation Menggunakan Pendekatan Penyederhanaan Garis Douglas-Peucker
Abstrak
RouteSegmentation belum diuji untuk perjalanan antarkota dengan titik rute yang jauh lebih banyak (hingga 2000 titik), di mana biaya pemrosesan meningkat tajam. Studi ini menerapkan penyederhanaan garis Douglas-Peucker (ambang batas 50 meter) sebelum RouteSegmentation dijalankan, untuk memangkas jumlah titik tanpa mengorbankan bentuk rute secara visual.
01 / Masalah
Untuk rute antarkota dengan ribuan titik, RouteSegmentation menjadi jauh lebih lambat dan boros memori karena jumlah poligon yang harus dibentuk dan digabungkan bertambah secara proporsional dengan jumlah titik.
02 / Metode
Douglas-Peucker menyederhanakan garis rute dengan membuang titik-titik yang menyimpang kurang dari 50 meter dari garis lurus antar-titik penting, sebelum titik yang tersisa diproses oleh RouteSegmentation. Hasilnya dibandingkan dengan menjalankan RouteSegmentation langsung tanpa penyederhanaan.
03 / Eksperimen
Diuji pada rute sepanjang Jawa Timur berisi 2000 titik, dipecah menjadi 20 subset, membandingkan jumlah titik, waktu pemrosesan, dan penggunaan memori dengan dan tanpa tahap Douglas-Peucker.
04 / Hasil
Douglas-Peucker memangkas jumlah titik rata-rata 96,84%, sehingga waktu pemrosesan dan penggunaan memori RouteSegmentation berkurang signifikan tanpa penurunan kualitas visual area perimeter yang dihasilkan (uji Mann-Whitney, p<0,001).
05 / Kontribusi
Membuktikan bahwa penyederhanaan garis Douglas-Peucker sebagai tahap pra-proses membuat RouteSegmentation layak digunakan untuk rute antarkota berskala besar, tidak hanya rute dalam kota.
Batasan
Ambang batas penyederhanaan (50 meter) bersifat tetap dan belum diuji kepekaannya terhadap nilai ambang lain; perilaku garbage collector kembali memengaruhi akurasi pengukuran memori.
Kata Kunci
Baca paper
Paper lengkap ditampilkan di sini — tanpa perlu mengunduh atau membuka aplikasi lain.