Optimisasi Sistem Rekomendasi Rute Transportasi Publik Menggunakan Algoritma Dijkstra Berbasis Waktu
Abstrak
Rekomendasi rute transportasi publik berbasis jarak terpendek (Dijkstra klasik) tidak mencerminkan kondisi lalu lintas nyata. Studi ini mengusulkan Dijkstra berbasis waktu, yang memasukkan variabel kecepatan lalu lintas ke dalam perhitungan bobot graf, lalu membandingkannya dengan Dijkstra berbasis jarak pada simulasi peta transportasi publik Kota Malang.
01 / Masalah
Rekomendasi rute berbasis jarak terpendek dapat mengarahkan penumpang ke rute yang secara jarak lebih pendek tetapi secara waktu tempuh lebih lama akibat kemacetan, karena kecepatan lalu lintas riil tidak diperhitungkan.
02 / Metode
Bobot setiap ruas graf dihitung berdasarkan waktu tempuh (jarak dibagi kecepatan lalu lintas), bukan jarak murni. Empat skenario kemacetan disimulasikan menggunakan empat tingkat kecepatan (40, 20, 10, dan 5 km/jam), dan hasil Dijkstra berbasis waktu dibandingkan dengan Dijkstra berbasis jarak pada 35 titik data.
03 / Eksperimen
Empat skenario kombinasi jarak/kemacetan diuji (rute pendek-normal, pendek-macet, panjang-normal, panjang-macet), membandingkan estimasi waktu tempuh (ETA) dari kedua algoritma pada tiap skenario.
04 / Hasil
Pada kondisi macet, Dijkstra berbasis waktu memberikan ETA yang jauh lebih rendah dibanding Dijkstra berbasis jarak meski rute yang dipilih lebih panjang secara jarak — misalnya pada skenario pendek-macet, 4,14 menit berbanding 12,83 menit untuk rute berbasis jarak.
05 / Kontribusi
Menunjukkan bahwa memasukkan variabel kecepatan lalu lintas ke dalam Dijkstra secara signifikan memperbaiki akurasi estimasi waktu tempuh untuk rekomendasi rute transportasi publik dibanding pendekatan berbasis jarak murni.
Batasan
Penelitian masih pada tahap simulasi; kecepatan lalu lintas yang digunakan adalah nilai tingkat simulasi, bukan kecepatan kendaraan real-time dari data lapangan.
Kata Kunci
Baca paper
Paper lengkap ditampilkan di sini — tanpa perlu mengunduh atau membuka aplikasi lain.